Selasa, 19 Juli 2016

Cerpen



Sebait Senja dari Bangka Belitung
A
ir mata Keira menggabak. Gadis itu ditugaskan di sebuah kantor yang terletak di Bangka Belitung. Sebelumnya, gadis muda itu bekerja di Riau pada sebuah perusahaan swasta, namun kemudian ia resign karena ia merasa tidak betah bekerja diluar Pulau Jawa. Pada akhirnya gadis itu mau tidak mau pergi ke Bangka Belitung dan mulai menyelami hari- hari barunya di Bangka Belitung.
Awalnya, harinya terus diselimuti kedukaan, rasa pilu, sedih serta kecewa. Bangka Belitung, kota yang menurutnya penuh dengan kesenyapan juga kehampaan. Ia merasa bahwa hidupnya sudah seperti rantai kesialan yang tiada ujungnya karena ia selalu mendapat pekerjaan di  kota yang tak terjamah banyak manusia. Meskipun ia memiliki teman baru, kepiluan dan kedukaan terus bersemayam dalam nuraninya. Tempat tinggal yang sekadarnya, kondisi listrik yang tidak memadai, ketersediaan air yang cukup sulit serta kondisi kendaraan yang sangat jarang membuat ia frustasi dan bersusah hati. Sejak tiba di Bangka Belitung, ia jarang tersenyum bahagia, hari- harinya selalu diliputi kenestapaan.
S
enja itu untuk pertama kalinya Keira menyusuri pantai yang ada di Bangka Belitung. Pasir- pasir putihnya begitu berkerlap- kerlip seperti permata yang bersinar. Suara ombak mengalun semacam rangkaian harmoni dan melodi. Silir semilir angin membuat rambut lurus sepinggang Keira berkibar kecil. Baru kali itu ia rasakan bahwa Bangka Belitung tidak seburuk itu. Ia terduduk pada sebuah batu besar, mengamati lembayung senja kemerahan sambil  menyelisir pantai – pantai adiwarna nan elok dan anggun.
 Senja- senja selanjutnya ia habiskan untuk mengamati sunset dari pantai. Sekadar mencium aroma angin laut yang mendamaikan hati, menatap tarian eksotik burung camar di sore hari atau pun mendengarkan orkestra riak ombak yang selalu menyajikan harmoni melodi yang menenangkan. Gilap gemilap air laut yang kebiruan menambah nuansa keindahan pantai itu. Burung kutilang bersenandung syair romantis sambil merentangkan sayapnya pada jingganya langit. Degradasi  merah lembayung langit merebakkan pesona yang luar biasa indahnya.
K
eira sudah terlalu terbiasa dengan pantai di Bangka Belitung, terutama ketika senja. Keira berjalan menyelisir pantai, mencari kerang- kerang rupawan diantara halusnya pasir pantai. Selayang pandang mata Keira tertuju pada seorang pria hingga ia berkejap- kejap memandangi pria itu karena terpesona. Rambut pria itu hitam lurus sebahu, terdapat coretan  noda cat pada tangannya. Ia mengenakan celana jeans biru dan sepatu kets. Pria itu dengan sigap dan gesitnya menorehkan cat minyak pada sebuah kanvas putih.  Pria itu terus membuat mahakarya dari tangan dinginnya. Tak lama pria itu menyelesaikan lukisannya, sebuah lukisan yang menggambarkan keindahan Bangka Belitung.




M
entari pada senja itu tidaklah begitu cerah, langit bergelimangan awan hitam. Awan pengarak hujan berarak pada senja itu. Rintik hujan membasahi bumi, dengan cepat Keira menyusuri pantai dan duduk pada sebuah bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat. Pria yang sedang melukis itu pun berlari ke arahnya, duduk disampingnya sambil meletakkan lukisan dan alat- alat melukisnya. Keduanya terdiam sejenak dibawah rinai hujan, mengamati tetesan air yang jatuh ke bumi. Aroma tanah yang bercampur dengan hujan membuat pria itu tersenyum. Pria itu menyukai aroma hujan, ia sejenak menutup matanya dan menarik nafasnya dalam. Meresapi aroma hujan yang mampu membuatnya merasa nyaman dan bahagia. Desah air hujan jatuh pada daun- daun kelapa disekitarnya.
P
ria itu menatap Keira kemudian semburat senyum simpul terpancar darinya. Sebuah lesung pipi lebar membuat pria itu begitu manis. Keira yang sebenarnya kaku, dingin dan pendiam itu seperti es yang meleleh karena panas. Entah mengapa kali itu senyum menjadi menular, senyuman pria itu dibalas dengan sebuah senyuman hangat dari Keira.
“ Namaku Rakadi. Raka, kamu bisa panggil aku Raka, ” kata pria itu. Pria itu tampak elok dan gagah. Mukanya jernih maya- maya. Mata pria itu berbentuk almond dan indah, binar matanya sangat berkharisma. Kedua alis matanya yang tebal membingkai kedua matanya yang elok. Hidungnya mancung, bibirnya selalu membuatnya tampak tersenyum dan giginya asmaradanta.
“Namaku...Keira Dahliani... kamu bisa panggil aku Kei atau Dahlia..” kata Keira sambil bersalaman. Pria itu begitu hangat pada Keira, dan sejak hari itu Keira merasa bahwa harinya akan berwarna karena kehadiran pria itu.
K
eduanya saling tersenyum simpul, namun tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Renyai hujan gerimis membuat senja itu dingin, namun kehangatan pria itu mampu membuatnya merasa hangat. Rinai hujan senja itu terlalu indah dan menghipnotis mereka untuk merasakan betapa indahnya hujan senja itu. Tak berapa lama, hujan pun berhenti. Sebuah paduan warna yang elok terpancar pada langit khatulistiwa, fenomena pelangi itu begitu mewarnai langit. Adanya pelangi membuat Keira berfikir dalam hatinya “Setelah hujan, selalu ada pelangi”.
            Sejak saat itu, Keira selalu merindukan senja di Bangka Belitung. Setiap senja ia selalu menatap sosok Rakadi. Mereka sering bercakap bersama, mendengarkan alunan riak ombak bersama. Menikmati senja sambil merasakan aroma angin laut yang begitu khas. Rakadi menatap Keira dan menyapanya, keduanya kemudian duduk bersebelahan sambil mengamati sunset pantai pasir putih.
“Lukisan itu seperti kehidupan manusia, Nona adalah kanvasnya sementara cinta serta kasih sayang adalah catnya. Keindahan hidup itu tergantung dari bagaimana Nona menggoreskan kasih sayang dan cinta pada hidup Nona,” kata Rakadi pada Keira.
“Mengapa kamu selalu memanggilku “Nona”? Setua itukah aku?  Tapi kamu benar..kasih sayang membuat semuanya indah. Dan ternyata bahagia itu sederhana.”
“Aku suka memanggilmu Nona. Bahagia itu sederhana?” tanya Rakadi.
“Aku bisa duduk bersamamu sambil meresapi aroma laut dan memandangi biru laut yang bergemilang ini sudah membuatku bahagia,” kata Keira sambil memainkan air laut yang menyelimuti jemari kakinya.
K
eira merasakan ada sesuatu yang salah dari hatinya. Senyuman Rakadi selalu membuat dirinya bahagia, meskipun disaat itu juga jantungnya berdetak tak karuan. Rakadi mampu membuat waktu yang awalnya selalu nestapa menjadi sebait kebahagiaan. Hatinya selalu berdesir dikala ia duduk disamping Rakadi, pipinya terkadang merah merona. Rakadi seperti sesosok malaikat yang kini selalu menghangatkan hari- harinya, menghapus duka dan muramnya. Hari demi hari ia menghabiskan senjanya bertemu dengan Rakadi, sekedar mengobrol atau memandanginya melukis. Dewa amor telah melepaskan panahnya pada hati Keira.
 R
akadi menggamit lengan Keira dan mengajaknya ke tempat penyimpanan lukisannya. Pria itu sudah menyelesaikan belasan lukisan semenjak bertemu dengan Keira, dan ia menunjukkan lukisan terbarunya, sebuah bunga Dahlia.
“Nona, bunga Dahlia itu bunga yang anggun, jelita dan menawan, seperti kamu Non,” kata Rakadi. Pria itu kemudian menggenggam erat dan menatap lekat mata Keira. Jantung Keira berdentum keras, hingga sepertinya Rakadi pun mampu mendengar dentum jantungnya. Muka Keira merah merona karena rasa canggung dan kikuknya bersentuhan dengan Rakadi. Keira menggigiti bibirnya sambil menunduk.
“ Kamu tahu Non, kamu telah mengunci hatiku dan membuatku tergila- gila padamu.”
“Ta....pi... bagaimana bisa?”
“Aku tidak mengerti mengapa aku mencintai Nona tapi bagiku, hanya Nona satu dihatiku.”
“Raka.. aku berharap kaulah imamku.”
“Non... karena potongan tulang rusukku tidak akan pernah tertukar. Dan semoga kaulah potongan tulang rusukku, yang akan selalu kulindungi dan kujaga,” kata Rakadi. Dibelainya rambut Keira dengan sentuhan kasih mesra.
“Dan janganlah bersedih ketika menemukan sebuah akhir dalam sebuah percintaan, itu bukan sebenarnya cinta. Jika itu cinta maka ia tidak pernah berakhir,” tambahnya.
Suasana senja itu begitu lengang... hening... Rakadi menggenggam tangan Keira dan mengantarnya ke rumahnya. Keira tidak menyadari bahwa itu adalah tanda perpisahan dari Rakadi untuknya.
            Senja selanjutnya, Keira mendatangi pantai tempat ia biasa bertemu dengan Rakadi. Kali itu ia membawakan sebuah roti bakar buatannya. Menit demi menit ia habiskan memandangi senja kemerah- merahan yang mulai berganti malam. Desiran ombak pasang pada malam itu disertai hembusan angin yang cukup besar menjadi irama harmonis. Hari itu Keira kehilangan sosok malaikatnya, entah mengapa hatinya menjadi gundah gulana. Benih kasih yang disebarkan Rakadi sudah terlanjur berkembang dalam hati Keira. Nuansa rindu semakin lekat dalam hatinya.
H
ari- demi hari ia menunggunya. Senja hingga Senja. Resah meresap melalui celah- celah hatinya yang kini terasa hampa. Namun tak ada lagi sosok Rakadi, hingga matanya berkaca- kaca. Kadar rindunya pada pria itu bertambah setiap waktu. Tak dapat ia melupakan senyum manis dan binar matanya. Langkahnya lunglai, jiwanya kembali hambar, namun ia merasa cintanya untuk Rakadi akan selalu bergelora dan berkembang. Kasihnya sudah bersemanyam kekal didalam jiwanya dan takkan pernah karam.
            Gadis itu tidak menyangka, seseorang yang membuatnya senantiasa bahagia adalah alasannya kini bersedih hati. Kepergian Rakadi begitu menyayat hatinya. Wajah Keira pucat, matanya sayu, hanya kepiluan dan kesedihan yang menyelimutinya kini.  Seseorang yang telah mewarnai kehidupannya justru pergi dikala mereka saling menyayangi. Keira terus menunggu sambil memandangi alunan merdu sang ombak dan menahan pilu hatinya. Ia tak mau kisahnya berakhir  menjadi sebuah elegi.
“Aku nggak akan menyerah, karena seperti kata Kahlil Gibran, cinta yang agung adalah ketika kamu menitikkan air mata dan peduli kepadanya,” katanya berbicara sendiri sambil duduk dan mengamati senja kemerahan. Ia menangis hingga air matanya berambai- ambai. Masih ada elegi kepiluan didalam hatinya yang terus membuatnya bersusah hati.
“Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,” jawab seseorang dari belakang Keira. Tanpa Keira sangka- sangka seseorang dibelakangnya adalah Rakadi. Bukan sosok pangeran atau raja, namun sesosok manusia biasa yang selalu menghangatkannya, mewarnai harinya dan membuatnya bahagia sepanjang hari. Semburat kebahagiaan muncul dari wajah Keira.
“Rakadi?” Keira membalikkan badannya, dirinya terhenyap sejenak. Seperti mimpi. Setelah menunggunya satu tahun pada senja sore yang sama akhirnya Rakadi kembali.
“Maaf aku pergi tanpa mengabarimu... tapi kemarin ayahku mengabariku dan menyuruhku  mengurusi perusahaannya di Jogja karena ia sakit, dan aku tahu kaulah memang bagian tulang rusukku.. terimakasih atas kesetiaanmu.” Kata Rakadi sembari mendekap  erat Keira.
B
enih asmara diantara keduanya tidak pernah surut, akan selalu berkembang karena kepercayaannya terhadap cinta. Air mata Keira bergelimangan, menetes melalui kedua pipinya. Hari itu ibarat sebuah ilusi baginya, namun hari itu nyata. Keteguhan hatinya membuatnya mendapatkan yang terbaik. Rakadi memang bukan sosok yang sempurna, namun ia mampu membuat hari Keira menjadi sempurna.

Senin, 18 Juli 2016

Thanks for some great memories all...





































REVIEW FILM RUDY HABIBIE



REVIEW FILM RUDY HABIBIE (AINUN & HABIBIE 2)
            Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini merupakan salah satu film terlaris yang mulai tayang awal Juli 2016. Film Rudy Habibie mengisahkan  mengenai masa muda B.J Habibie di Jerman dan kisah cintanya dengan Ilona. Rudy Habibie merupakan panggilan singkat B.J Habibie, sejak kecil beliau amat menyukai mekanik dan pesawat terbang. Cita- citanya adalah menyatukan seluruh pulau- pulau di nusantara melalui pesawat buatannya. Rudy habiebie amat dekat dengan Fanny Habibie. Karena Rudy Habibie cerdas, ia memutuskan untuk berkuliah di RWTH Jerman. Saat test masuk RWTH Rudy amat yakin dapat menyelesaikan soal masuk RWTH. Ia mencari cari kost – kostan dibantu seseorang yang dapat berbahasa Indonesia. Ia amat berbakat dan cerdas, bahkan tergolong ke dalam mahasiswa yang genius. Rudy kengmendapatkan kost dari sebuah pasangan berkebangsaan Belanda- Jerman. Kamar Rudy muda cukup kecil, bahkan ia harus mandi di kamar mandi publik setiap harinya. Namun Rudy berkata tidak apa- apa karena ia hanya tidur 4 jam dalam sehari. Suatu hari di Jerman Rudy bertemu beberapa teman dari Indonesia, sepeti Keng Kie, Raden Ayu, Poltak dan beberapa teman yang lain. Saat pengumuman penerimaan RWTH semua teman Rudy bergembira, namun Rudy tidak menemukan namanya, ia menangis. Setelah dilihat lagi ternyata Rudy berada di peringkat kedua. Akhirnya ia pun amat bahagia.
            Pertemuan mahasiswa Indonesia, melahirkan sebuah organisasi yaitu Perhimpunan Pelajar Indonesia Jerman. Masalah keuangan muncul ketika Rudy tidak mendapatkan uang saku dari ibundanya di Bandung. Rudy amat sedih kala itu, bahkan ia mengikat sabuknya keras- keras. Melihat itu Keng Kie mengajaknya makan. Di Cafe itu ada Raden Ayu, Poltak dan teman- teman dari Indonesia yang lainnya. Disana Rudy bertemu dengan Panca dan kawan- kawannya. Mereka mengejek passport Rudy yang bukan merupakan beasiswa akhirnya mereka menantang Rudy untuk memesankan makanan mereka, karena kejeniusan Rudy, ia mampu membuat Panca dan kawan- kawannya malu. Suatu hari di PPI, Rudy bertemu dengan Ilona, seorang asisten medis dari Polandia. Wanita berparas cantik, mata biru dan rambut keriting cokelat kepirangan.Tidak sulit bagi Rudy untuk mencintai Ilona, wanita cantik, pintar, perhatian hingga keduanya sering bersama. Raden Ayu ternyata mencintai Rudy, dan ia begitu patah hati melihat Rudy dan Ilona.
            Masalah demi masalah terus muncul, dari Rudy yang dianggap membahayakan Jerman, masalah dengan Panca dan kawan- kawannya hingga drinya yang terserang TBC. Suatu hari ibunda Rudy datang ke jerman dan menemui anaknya yang terbaring sakit. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Rudy akhirnya kembali sehat. Tanpa sepengetahuan Rudy, ibundanya mendatangi Ilona dan mengatakan Ilona harus pindah ke Indonesia dan menjadi mualaf apabila ingin menikahi Rudy. Begitulah sepenggal kisah Rudy Habibie ini, salah satu film must watch remaja hingga dewasa yang mengajarkan arti toleransi, perjuangan, kasih sayang, ketulusan dan nasionalisme.
            Kisah Ilona dan Rudy mengajarkan bahwa mungkin kita akan dipertemukan dengan seseorang yang kita cintai namun kita tidak dipersatukan. Film ini sangat bagus untuk ditonton dan saya beri nilai 4,5 dari 5. Suasana kota Jerman, alur yang menarik dan jalan cerita yang tidak mudah ditebak menjadi nilai plus bagi film ini. Jadi jangan ragu, mari kunjungi bioskop terdekat dan tonton Rudy Habibie.

Sabtu, 16 April 2016

Kamu (2)

Pernah kita bertemu
Dalam majlis ilmu
Hingga aku tidak menyadari
waktu membuat goresan namamu dihatiku

Ada perpisahan di depan mata
Tidak lagi dapat kutemui sosokmu
Biarlah aku menemuimu melalui doa doaku
Agar harapanku tergantung erat disana

Jika pun kita bersatu
Pada akhirnya kita akan berpisah pula
Semoga Allah menjagamu
Semoga bahagia senantiasa menyelimutimu
Semoga Allah selalu menjaga imanmu
Semoga malaikat senantiasa melindungimu

Semoga semesta mempertemukan kita kembali
Melalui keajaiban yang indah
Suatu saat nanti 
Semoga engkaulah potongan puzzleku yang hilang


Jumat, 08 April 2016

HUJAN

Saat hujan turun, renyahnya rintik hujan mampu mendamaikan hati. KaruniaNya yang tak terbatas turun beriringan, membentuk denting denting nada yang indah. Saat hujan datang, terkadang hati menjadi lumer, merasa syahdu dan sendu. Ada apakah gerangan dengan hujan?Camar - camar itu bergembira, menari eksotis di angkasa. Saling bernyanyi dan bersiul, meramaikan angkasa setelah hujan. Suasana setelah hujan memang selalu berbeda, sejuknya.. menyejukkan. Entah mengapa terkadang aku merindukan hujan, meski terkadang aku mengagumi hangat mentari. Rinai hujan selalu menenangkan perasaan, membawa kalbu mengingat berbagai kenangan yg pernah terekam. Dalam diam kita menikmati rinai hujan :) tanpa kata.... karena terkadang kita hanya bisa menikmati sesuatu yang indah tanpa mampu terungkapkan melalui kata.....
Terkadang dalam kehidupan ada orang yang mampu membuat kelabumu menjadi pelangi, membuat gulma menjadi bunga dan membuat keputusasaan menjadi harapan. Namun ternyata, orang tersebut hanya dipertemukan dengan kita, bukan dipersatukan. Seperti electron dalam klorofil yang tereksitasi dari satu akseptor menuju yang lainnya. Kadang kita memiliki ikatan kovalen dengan seseorang, yang kemudian.. berubah menjadi ikatan ion, tanpa kita tahu sebab yang pasti. Pada suatu saat nanti, mungkin kita akan menemukan isomer enantiomer kita, yang ketika kita melihat sosok tersebut, kita seperti merasa bercermin. Tidak semua yang kita inginkan dapat kita gapai dengan mudah, karena terkadang ada para penebar rindu yang jika telah menebarnya ia menghilang. Menghilang dan menyebabkan luka pada penerima rindu. Ada pula si pemberi kasih nan tulus, namun tidak pernah mendapat balasan. Karena kehidupan itu rumit, padahal sesungguhnya kasih itu tidak rumit. Hmm jika saatnya tepat mungkin akan ada sebuah senyum simpul yang mengganti status kita di KTP..
Jika mungkin jatuh cinta sesederhana itu, tidak ada lagi kegalauan, kerinduan yang tak terbalas, dan kedukaan. Pada akhirnya kita bersatu dengan seseorang yang tidak kita duga. Yang mungkin bayangannya saja pun tertutup dengan penjajah rindu yang selalu ada di depan mata. Kadang kita harus menutup mata lahir untuk membuka mata hati.. pada dia yang ternyata enantiomer kita. Ada baiknya kita belajar tentang kesetiaan dari Tarsius, yang hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Perlu juga kita belajar dari keromantisan Aisyah dan rasulullah serta kepatuhan Bunda Khadijah pada Rasulullah. Ketika seribu orang tidak percaya pada kita, menjauhi kita, ada dia, sendirian mendukung kita mati- matian, saat tiada lagi harapan, ia selalu yakin akan ada keajaiban jika kita berusaha.

Kamis, 07 April 2016

KENAPA KAMU HARUS MASUK FAKULTAS BIOLOGI UGM

Hai adik - adik pembaca yang mungkin sedang bingung mau milih jurusan apa dan di universitas mana..... baca artikelku ya...


Why I should choose UGM?
Karena UGM itu merakyat . Universitas Gadjah Mada, selalu masuk ke 10 kampus terbaik di Indonesia. Menghasilkan Presiden Indonesia, Menteri- menteri, wakil presiden dan sebagainya. Lokasi kampusnya nyaman dan istimewa. Disini dekat dengan pantai dan pegunungan. Jika kamu suka jalan - jalan ke Pantai, ada banyak pantai yang bisa kamu sambangi, ada pantai Drini, Krakal, Watu Kodok dan sebagainya. Gak suka ke Pantai? takut panas? Yuk kita ke Kalibiru, ke Kebun Buah Mangunan, ke Hutan Pinus, disana kamu bisa rekreasi dan ambil foto yang benar - benar instagrammable. Disini juga banyak banget diadakan seminar- seminar nasional, hampir setiap idaminggu ada seminar nasional yang diadakan oleh berbagai jurusan. Dosen - dosennya? wah jangan ditanya, berbagai penghargaan banyak didapat oleh dosen UGM dan kebanyakan lulusan luar negeri dengan beragam publikasi. Suasananya nyaman, manusia dengan beragam suku kamu bisa kamu  temui disini, dari yang Jawa, Batak, Sunda, Papua, Ambon pokoknya beragaam deh meskipun paling banyak dari Jawa Tengah/ Jawa Timuur.


Nah, kalo udah pilih UGM kenapa harus biologi?
Kenapa Biologi? Karena..... biologi itu menarik. Buat kamu anak jurusan IPA, jurusan biologi / fakultas biologi boleh banget looh jadi salah satu rekomendasi kamu untuk memilih jurusan. Karenaaaaa prospeknya banyak banget, ksamu bisa jadi tim Disaster Victim Identification, bisa bekerja di  Departemen Gizi, di Pabrik sebagai Quality Control, jadi dosen, bekerja di Kebberun Raya, pusat penelitian seperti LIPI, BPTP, Balitvet, BB Biogen, BB Benih , di berbagai perusahaan seperti Eijkman, Biorad. Kamu bisa bekerja di Indofood, nutrifood, minuman di bidang quality control. Kamu juga bisa bekerja di Kapolri bagian forensik.. wah menarik yaa? udah tertarik de? Ka...maunya bekerja di lingkungan- lingkungan gitu? Ohh gitu dek, kamu bisa banget ngambil Biologi UGM terus penjurusan di bidang lingkungan, nanti kamu bisa bekerja di bagian Bioremediasi. Wah apa tuh ka bioremediasi? Bioremediasi itu semacam degradasi / pemecahan bahan - bahan limbah/polutan ke dalam ukuran yang lebih kecil sehingga tidak membahayakan. Selain itu, ecologist (ahli ekologi) juga dibutuhkan dalam misalnya pembentukan Taman Wisata, Pengelolaan Hutan dan Kebun Raya, Penanganan berbagai masalah lingkungan. Selain itu , jika kamu ingin menjadi entrepreneurship sejati kamu sangaat bisa masuk biologi, kamu akan diajari genetika dan mengetahui teknik poliploidi, kamu bisa mengembangkan melon kecil, melon dengan lambang UGM, strawberry besar dan lainnya. Sangat baik memilih biologi menjadi jurusanmu


Hmm gitu ya Kak, susah engga sih masuk Biologi UGM?
Gampang kok dek, asal kamu mau belajar, berusaha dan berdoa. Disini jalurnya ada SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri :))


Kira- kira ngapain aja sih Ka di jurusan Biologi?
Hmm kalian akan menghadapi nikmatnya praktikum  hampir setiap hari, pre test, mengerjakan indahnya laporan, review jurnal, ujian tengah semester, ujian akhir semester, quiz yang dadakan, menghadapi praktikum lapangan, menikmati indahnya seminar, kerja praktik, kkn dan skripsi.


Kalo aku suka bikin  penelitian gitu dan berorganisasi bisa nggak Kak?
Waah itu sih bisa bangeet dek, disini hampir semua dosen memiliki proyek penelitian yang bisa kalian ikutiii <3. Nah UGM juga salah satu Universitas yang paling banyak mendapatkan hibah PKM (Penelitian Kreativitas Mahasiswa) nah jadi peluang kamu buat meneliti tinggi loh. Selain itu kamu juga bisa ikut kelompok studi dan lembaga yang ada disana, misalnya Biology's Orchid Study Club, buat kalian para pecinta anggrek, nanti kalian akan mempelajari seluk beluk anggrek, konservasinya, budidaya bahkan hingga penyilangan dan penjualannya. Jika kalian cinta travelling, boleh banget 
masuk Kelompok Studi Kelautan, disana bakal sering jalan- jalan ke Pantai, Snorkeling, eksbplorasi bahkan Ekspedisi~ Buat kalian yang suka design design taman merawat taman boleh banget ikut Kelompok Studi Arsitektur Taman dan buat kalian yang aktivis banget boleh banget ikuut BEM Biologi. Kalo yang hobbi nari ada ratoeh keumalahayati, yang udah terkenal banget ada juga Paradisaee.

Kakkk ada beasiswa gitu ngga? 
Waah banyak dek beasiswa yang ditawarkan, misalnya Cargill Global Scholarship, Beasiswa Djarum, Pertamina Sobat Bumi, Karya Salemba Empat, Beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa Tanoto Foundation. Beasiswa Ke luaaar negeri S2 /S3 juga insya allah ada :)) asal kalian mau berusaha:))


Oke dek, jadi mulai sekarang boleh banget lho pikirin Biologi UGM sebagai salah satu jurusan yang akan kamu pilih di  SNMPTN, SBMPTN ataupun UM :))